Bahasa Arab, Bahasa Ilham Password Pahami Ajaran Islam

Terdapat tiga jenis bahasa berbeda yang sering dianggap sebagai bahasa dunia, di antaranya Bahasa Inggris, Bahasa Prancis dan Bahasa Spanyol. Sumber lain  menyatakan lebih ketat dan dinyatakan sebagai bahasa lintas wilayah, seperti Bahasa Arab, Bahasa, Bahasa Hindi, Bahasa Jerman, Bahasa Mandarin, Bahasa Portugis, serta Bahasa Rusia. 

Bahkan juga terdapat beberapa bahasa lintas wilayah lainnya, di antaranya Bahasa Afrika, Bahasa Belanda, Bahasa Indonesia, Bahasa Iran, Bahasa Italia, Bahasa Melayu, Bahasa Swahili hingga Bahasa Turki.

Namun dari berbagai jenis bahasa tersebut, terdapat satu bahasa yang dapat mengilhami manusia pada puncak kesenangan abadi. Sekaligus menjadi pilihan utama Sang Khalik sebagai bahasa yang paling sering digunakan, yakni Bahasa Arab.

Khusus bagi umat Islam di seluruh dunia, bahasa Arab selalu digunakan dalam melaksanakan ibadah, seperti sholat dan jenis ibadah lainnya. Terlebih bahasa Arab juga seringkali digunakan saat berdoa, termasuk juga bahasa al-Qur’an maupun al-Sunnah yang notabene sumber utama ajaran Islam.

Bahkan bahasa yang paling populer sekalipun tidak mampu menggantikan posisi maupun fungsi bahasa Arab sebagai bahasa ilham yang menjadi kunci utama memahami Islam. Hal tersebut membuktikan bahwa bahasa Arab tidak tertandingi ataupun disejajarkan dengan bahasa lain di dunia dalam segala aspeknya.

Seperti yang dikatakan salah satu pakar Bahasa Arab asal Pamekasan, Achmad Muhlis bahwa bahasa Arab tidak dapat disejajarkan dengan berbagai jenis bahasa lain di dunia. Baik dari aspek grematikal yang unik dan menarik maupun nilai-nilai kesusastraan yang berkesendung. Terlebih kekayaan metafor juatru memakau para orientalis sekalipun.

Selain itu, keunikan dan kekuatan bahasa Arab lainnya juga terlihat jelas dari kekayaan fonetik dari beberapa huruf yang sama. Keistimewaan tersebut hanya di miliki Bahasa Arab, dan tidak dimiliki bahasa lain di dunia. Kekayaan kosakata dan sinonim dalam bahasa Arab, juga menjadi pembeda dengan bahasa lainnya.

Salah satunya seperti adanya minimal sebanyak 21 kata sinonim untuk cahaya, 52 kata sinonim untuk kegelapan, 9 sinonim untuk matahari, 50 sinonim untuk awan, 64 sinonim untuk hujan, 170 sinonim untuk air, 100 sinonim untuk jenggot, dan ribuan bahkan jutaan sinonim kata lainnya dalam bahasa Arab.

Tidak hanya itu, keunikan dan Keindahan bahasa Arab juga menyebabkan umat muslim di dunia semakin lengket dan ingin selalu mengetahui, mempelajari serta mendalami seluk-beluk bahasa Arab secara detail dan komprehensif. Bahkan para pencinta bahasa Arab mengakui dan menyakini bahwa bahasa Arab memiliki keistimewaan yang dahsyat dan luar biasa.

Di antara keunikan dan keindahan lainnya berupa kosakata (mufradat) yang indah dan bersenandung, kaya metafor (tasybihât) yang membuat orang terkesima dan memukau, redaksi (lafad)-nya kaya akan sinonim (mutarodif) dan signifika.

Termasuk juga struktur gramatikal (qawaid nahwiyah) yang unik, ringkas dan sederhana hingga membuat orang tertarik dan penasaran untuk mempelajarinya, kaya akan komposisi baik dari sintaksis (tarkîb wal jumal), morfologi (qawaid al-sharafiyah), derivasi (isytiqaqiyah) atau semantik- leksikologi-nya (ilmu dilalah) dan kelebihan lainnya.

Dari itu bahasa Arab sangat menarik untuk diajarkan, terasa indah jika dipahami, kelihatan unik saat dipelajari, sangat sederhana bagi pengagumnya dan tampak istimewa bagi para pecintanya. Bahkan bahasa Arab merupakan entitas terdekat dan sekaligus terjauh.

Sangat dekat karena bahasa Arab senantiasa hadir dalam keseharian kita melalui bahasa shalat, do’a dan lainnya. Begitu jauh karena bahasa Arab kadang menampakkan wajah kesulitannya untuk dipelajari. Namun bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa yang mengilhami pencarian kita atas ilmu tertinggi melalui sumber ajaran utama (al-Qur’an al-Sunnah).

Kondisi tersebut menjadi sebuah penegasan bahawa belajar dan mengajarkan bahasa Arab bagi orang Islam sangat penting, serta sangat berarti dalam menggapai kehidupannya akhirat. Bahkan Syeikhul Islam Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebutkan bahwa belajar bahasa Arab hukumnya wajib bagi orang Islam.

Kewajiban tersebut muncul karena bahasa Arab merupakan bagian dari Islam, termasuk sumber primer dan sekunder (al-Qur’an dan al-Sunnah) tertulis dengan menggunakan bahasa Arab. Sehingga sangat merugi dan menyesal jika kita enggan atau tidak mau belajar bahasa Arab, padahal bahasa Arab merupakan password atau kunci kunci utama dalam memahami segala ilmu, serta pengikat hati dalam memahami dan mendalami syari’at Islam.

Dengan kata lain, tidak mungkin seseorang akan bisa memasuki gudang ilmu jika mereka tidak memiliki kunci atau password yang semestinya mereka miliki. Apalagi induk dari segala macam jenis ilmu tertuang dalam al-Qur’an dan al-Sunnah yang notabene menggunakan Bahasa Arab.