Nisfu Sya'ban

Sya’ban merupakan satu dari 12 bulan dalam kalender hijriyah yang memiliki beragam keistimewaan, di mana pada bulan tersebut seringkali banyak orang yang melakukan beragam ibadah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Bahkan tidak jarang, sebagian besar umat Islam melakukan berbagai amal shaleh selama bulan Sya’ban. Semisal berdzikir, berpuasa sunnah, bersedekah, serta berbagai jenis amalan ibadah lainnya. Khususnya memasuki malam pertengahan bulan Sya’ban yang sering didengar dengan sebutan Nisfu Sya’ban.

Apalagi bulan Sya’ban menjadi salah satu ‘bulan spesial’ dalam kalender hijriyah karena berada tepat di antara bulan Rajab dan Ramadan. Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; “Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadan saatnya menuai hasil”.

Terlebih pada malam pertengahan bulan penuh maghfiroh (pengampunan), catatan amal manusia selama setahun terakhir dilaporkan secara langsung kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Hal tersebut sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang artinya:

“Ini (Sya’ban) adalah bulan yang tidak banyak diperhatikan oleh orang-orang antara Rajab dan Ramadan, ini adalah bulan saat berbagai amal diangkat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya suka amalan saya diangkat saat sedang berpuasa,” Al-Hadits

Memang banyak dan beragam pendapat yang menjelaskan seputar amalan pada bulan Sya’ban, namun dari beragam pendapat tersebut sebagian besar diinterpretasikan dengan berbagai amalan positif khususnya oleh umat Islam Indonesia, salah satunya dengan meningkatkan kualitas ibadah pada malam Nisfu Sya’ban.

Dalam Kitab Risalah ‘Amaliyah disebutkan beberapa amalan yang diperkenankan dan dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban. Di antaranya dengan membaca QS Yasin sebanyak 3 (tiga) kali dengan tiga niat berbeda dan dilakukan setelah melaksanakan salat maghrib berjemaah.

Pembacaan QS Yasin pertama diniatkan untuk meminta panjang dan berkat umur untuk selalu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Yasin kedua diniatkan untuk meminta diluaskan rezeki yang halal, dan bacaan Yasin ketiga diniatkan untuk memantapkan iman.

Tidak hanya itu, amalan lainnya secara beruntun dilakukan setelah pembacaan QS Yasin. Beberapa di antaranya doa Nabi Yunus ‘Alaihi al-Salam saat berada di dalam perut ikan; ‘La Ilaha Illa Anta, Suhnanaka Inni Kuntu min al-Dholimin’ (tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau dan sesungguhnya kami dalam keadaan dholim).

Dalam beragam riwayat, jumlah bacaan yang ‘dipopulerkan’ Nabi Yunus ‘Alaihi al-Salam sangat variatif. Ada yang berpendapat bacaan tersebut dibaca sebanyak 4.444 kali, pendapat lain menyampaikan sebanyak 2.313 kali, serta pendapat lainnya menyampaikan sebanyak 1.275 kali.

Berdasar catatan kalender, malam Nisfu Sya’ban tahun ini atau tanggal 15 Sya’ban 1442 Hijriyah, tertepatan dengan hari Minggu (28/3/2021) besok. Sekaligus menjadi momentum bagi umat untuk mengamalkan salah satu hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam;

Artinya: ‘Sesungguhnya Allah memperhatikan hambanya (dengan penuh rahmat) pada malam Nisfu Sya’ban, kemudian Dia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang munafik yang menebar kebencian antar sesama umat Islam)”. Wallahu A’lam bi al-Shawab. [adm]

Note: tulisan serupa diterbitkan di beritajatim.com, https://beritajatim.com/gaya-hidup/niat-dan-bacaan-di-malam-nisfu-syaban/