397 Mahasiswa Jalani Program PKN 2021

Sebanyak 397 mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, menjalani program pengabdian di 23 titik berbeda dalam rangka Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXVI Berbasis Participatory Action Research (PAR) Tahun Akademik 2020/2021.

Kegiatan yang dikemas dengan tagline ‘Mahasiswa Mengabdi’, digelar di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 alias Covid-19. Diikuti mahasiswa dari 8 program studi (prodi) dan tiga fakultas berbeda, mereka menjalani program pengabdian masyarakat sejak Rabu (28/7/2021) hingga Senin (30/8/2021).

“Untuk PKN tahun ini, mahasiswa disebar di 23 titik di sembilan kecamatan bebeda di kabupaten Pamekasan. Mereka melaksanakan program pengabdian masyarakat di tiga sasaran berbeda, yakni desa, lembaga pendidikan Islam dan pesantren,” kata Ketua Steering Committee (SC) PKN XXVI Berbasis PAR 2021, Abdur.

Selain itu pihaknya menyampaikan program tersebut sebagai sebuah kewajiban bagi mahasiswa, khususnya dalam menerapkan nilai yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Salah satu tugas dari mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi, yaitu melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Artinya mahasiswa berkewajiban melaksanakan itu sebagai bentuk tanggungjawab mengimplementasikan aspek pendidikan melalui program mahasiswa mengabdi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, hal serupa juga ditekankan bagi para dosen khususnya mereka yang mendapatkan tugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), juga berkewajiban melaksanakan program pengabdian sekaligus penelitian sesuai dengan zona tugas.

Bahkan para DPL yang notabene tercatat sebagai dosen tetap di Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, juga berkewajiban melakukan program pengabdian masyarakat. “Jadi tidak hanya mahasiswa yang melakukan program pengabdian, tetapi dosen juga memiliki kewajiban serupa,” jelasnya.

“Dari itu kami berharap program PKN XXVI Berbasis PAR Tahun 2021, berjalan lancar dan tentunya harus selalu mematuhi protokol kesehatan. Sebab di situasi dan kondisi saat ini, kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas kami dalam melaksanakan berbagai program akademik,” pungkasnya. [adm]