Mahasiwa PSY Jalani Praktikum Mapel Studi Kelayakan Bisnis

Mahasiswa Perbankan Syariah (PSY) Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan menjalani program Studi Lapangan dalam rangka Praktikum Mata Kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang dibimbing langsung oleh dosen pengajar, Kamis (12/3/2020).

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa diajak untuk menjalani studi lapangan di dua lokasi berbeda di Pamekasan. Masing-masing pada perusahaan air minum kemasan, AMDK Labini di Desa Sentol, Kecamatan Pademawu, serta lokasi wisata Pantai Talang Siring, Desa Montok, Kecamatan Larangan.

“Melalui kegiatan ini kita berharap mahasiswa untuk menganalisis berbagai aspek bisnis di dua lokasi berbeda, apakah sesuai dengan aspek kekayaan bisnis atau tidak. Baik dari aspek kelayakan hukum, keuangan, pemasaran, manajemen, operasional, lingkungan hingga aspek sosial dan ekonomi,” kata Dosen Pembimbing, Uyayyinah.

Termasuk studi lapangan di salah sati destinasi wisata di kabupaten Pamekasan, yakni Pantai Talang Siring. Di mana mahasiswa juga dituntut untuk memahami pola operasional hingga manajerial pengelolaan wisata yang dikelola tiga elemen berbeda, yakni Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud), Pemerihtah Desa (Pemdes) Montok, serta Mpok Darwis yang tercatat sebagai kelompok sadar wisata.

“Pada kesempatan kedua, mahasiswa juga melakukan dialog Interaktif dengan perwakilan pihak pengelola. Apalagi proses pengelolaan juga melibatkan semua unsur perwakilan dari setiap dusun di Desa Montok, sehingga diharapkan dapat menjadi pemberdayaan bagi masyatakat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kedua lokasi yang dijadikan objek studi lapangan mahasiswa merupakan perusahaan ataupun destinasi wisata yang tepat untuk mendukung sekaligus menambah wawasan mahasiswa khususnya dalam bidang penerapan kelayakan bisnis.

Misalnya AMDK LABINI yang notabene merupakan usaha yang dikelola oleh Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) dibawah badan usaha Koperasi Pesantren (Kopontren) Mambaul Ulum Bata-Bata. Perusahaan ini awalnya hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi alumni, namun dengan pesatnya perkembangan usahanya, pemberdayaan ekonomi akhirnya banyak membantu masyarakat secara umum, khususnya alumni pesantren.

Bahkan di bawah manajemen yang profesional, saat ini AMDK Labini sudah membuka pabrik cabang di Kabupaten Sampang. Bahkan direncanakan untuk terus dikembangkan hingga luar pulau Madura dengan menggunakan alumni sebagai networking utama pemberdayaan ekonomi umat.

Kondisi tersebut tidak lepas dari banyaknya dari alumni maupun masyarakat terhadap AMDK Labin, apalagi kualitas air dan manajemen yang baik, termasuk juga harga sangat terjangkau. Sehingga membuat AMDK LABINI diminati pasar dan akhirnya juga membuat ikatan emosional antar alumni semakin kuat dan solid. [adm]