Jajaran Pimpinan dan Staf Ikuti Pelatihan SIAKAD

Sejumlah jajaran pimpinan dan staf Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan mengikuti program Pelatihan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang dilaksanakan di Hotel Cahaya Berlian, Jl Raya Panglegur Nomor 69-71 Pamekasan, Sabtu (18/8/2018).

Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir jajaran pimpinan di kampus yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, mulai dari jajaran Dekan hingga Kepala Program Studi (Prodi) dari tiga fakultas berbeda serta jajaran staf dari berbagai fungsi berbeda.

Mereka mendapat pemahaman materi dari Hari Pronomo yang bertindak sebagai trainer serta Lubis yang bertindak sebagai teknisi dalam program SIAKAD. “Kegiatan ini merupakan jawaban atas perubahan atau alih status dari sekolah tinggi menjadi institut,” kata Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan Abdul Muin, melalui Wakil Rektor II Syaiful Arifin.

“Sebab, perubahan merupakan sebuah keniscayaan. Apakah tetap bertahan dengan cara lama atau berubah lebih baik. Sehingga kami memilih berubah untuk lebih baik, khususnya dari sektor pelayanan kepada para mahasiswa maupun para dosen,” imbuhnya.

Ia menilai penerapan program tersebut sebagai langkah konkrit menghadapi transformasi kampus yang dipimpinnya. “Sebagai langkah dan persiapan program ini, kami juga sudah mulai menjalin kerja sama dengan Bank Jatim. Bahkan lambat laun mahaiswa juga mulai beralih dari sistem lama yang dilakukan secara manual,” ungkapnya.

Selain itu, penerapan program siakad juga dinilai bakal mempermudah pelayanan bagi mahasiswa yang selama ini masih harus mendapatkan pelayanan dengan cara manual. “Selama ini memang banyak hal yang menjadi kendala dalam berbagai aspek pelayanan, tidak hanya bagi mahasiswa tapi juga dari dosen. Sehingga siakad ini merupakan solusi tepat memaksimalkan pelayanan seiring dengan peralihan status,” jelasnya.

“Dengan program ini, kaprodi bersama dekan juga bisa melaksanakan ujian sesuai dengan sistem masing-masing. Dari itu siakad perlu dilaksanakan di Institut Agama Islam sekalipun infrastruktur harus terus dikembangkan, apalagi berbagai perangkat juga sudah kita siapkan agar lebih tertib, efektif dan efesien,” imbuhnya.

Dari itu pihaknya berharap program siakad bisa segera diterapkan di kampus yang dipimpinnya, sehingga bisa segera dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa maupun para dosen. “Bagaimanapun kita harus terus mengikuti dan menjalankan sistem, kita tidak boleh mundur untuk perubahan ini. Semoga program ini bisa memaksimalkan layanan bagi mahasiswa kedepan,” harapnya. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published.