359 Peserta Ikuti Tes Masuk Gelombang I

Sebanyak 359 calon mahasiswa baru Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, tercatat sebagai peserta tes masuk perguruan tinggi gelombang pertama yang digelar di Auditorium kampus yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2, Rabu (1/8/2018). 

Jumlah tersebut terdiri dari calon mahasiswa yang mendaftar di tiga fakultas dan delapan program studi (prodi) berbeda, masing-masing Fakultas Ekonomi Islam, meliputi prodi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah (PSY).

Fakultas Tarbiyah meliputi lima prodi berbeda, yakni prodi Bimbingan dan Konsleling Pendidikan Islam (BKPI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Serta Fakultas Ushuluddin yang hanya memiliki satu prodi, yakni prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). “Total peserta ujian masuk pada gelombang pertama sebanyak 359 calon mahasiswa,” kata Wakil Rektor I IAI Al-Khairat Pamekasan, Drs. H. Abd Wahid, M.Pd.I.

Diakuinya, perguruan tinggi yang bertransformasi menjadi Institut per 13 Oktober 2017 menerapkan sistem gelombang dalam menyaring calon mahasiswa baru. Meliputi gelombang pertama yang sudah masuk proses tes, serta gelombang kedua yang dijadwalkan digelar hingga sebulan kedepan.

“Bagi yang belum berkesempatan mengikuti ujian pada gelombang pertama, nantinya bisa kembali mengikuti tes masuk melalui jalur gelombang kedua. Sementara proses pendaftaran untuk gelombang kedua ini digelar mulai hari ini hingga 30 Agustus 2018 mendatang,” ungkapnya.

Sebelum pelaksanaan tes masuk gelombang kedua, pihaknya bakal mengumumkan hasil tes masuk gelombang pertama. Sehingga calon mahasiswa baru yang gagal dalam seleksi tahap pertama bisa melanjutkan seleksi pada gelombang kedua. “Hasil tes masuk gelombang pertama kita umumkan tanggal 3 Agustus 2018,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan jika para calon mahasiswa seringkali mengikuti proses seleksi masuk di institusi yang dipimpinnya pada gelombang kedua dibandingkan gelombang pertama. “Memang selama ini, calon mahasiswa seringkali banyak mendaftar pada gelombang kedua. Apalagi sebagian besar calon mahasiswa adalah santri,” pungkasnya. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published.