Assesor BAN-PT dan Dirjen PTKI Kemenag RI Gelar Visitasi Alih Status

Tiga assesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Dirjen PTKI) Kementerian Agama (Kemenag) RI menghadiri visitasi alih status STAI Al-Khairat Pamekasan, Minggu (5/11/2017).

Ketiga assesor tersebut masing-masing Assesor dari BAN-PT, Prof. Dr. KH. Akhmad Mujahidin, MA. Serta assesor dari Dirjen PTKI Kemenag RI, Kholilurrahman dan M. Syarif Hidayatullah.

Kehadiran ketiganya dalam rangka melakukan visitasi alih status perguruan tinggi, yakni dari sekolah tinggi menjadi institut. Mereka disambut langsung oleh Ketua STAI Al-Khairat Pamekasan, Drs. H. Abdul Muin, M.Pd., MM., beserta jajaran pimpinan.

Selain itu juga tampak hadir 10 Ketua Program Studi (Prodi) beserta jajaran dosen tetap, serta staf hingga seluruh jajaran civitas akademik di kampus yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2.

“Kami datang kesini karena mendapatkan amanah Diktis untuk silaturrahim dalam rangka memenuhi permintaan meningkatkan status dari ketua menjadi rektor (STAI menjadi Institut). Perguruan tinggi ini berdiri sejak 1989, dari 1 prodi menjadi 10 prodi. Kami kira perencanaan sangat matang,” kata Prof. Dr. KH. Akhmad Mujahidin, MA.

Kondisi kampus berbasis pesantren dengan 10 prodi berbeda dinilai sangat berpeluang untuk meningkatkan status dari sekolah tinggi menjadi institut. “Tidak banyak perguruan tinggi yang bisa memiliki 10 prodi, ini menunjukkan kami percaya ada ‘tanda-tanda kehidupan’ di kampus ini dan wajib naik kelas dari ketua menjadi rektor,” ungkapnya.

“Tapi kedepan juga harus ada upaya lagi, yakni harus menjadi universitas. Prinsip kami, kalau ada yang serius dan ditunjang dengan berbagai komponen mempuni dari berbagai pihak kenapa tidak untuk dilakukan perubahan,” imbuhnya.

Sementara Ketua STAI Al-Khairat Pamekasan Drs. H. Abdul Muin, M.Pd., MM., menyampaikan sudah semestinya institusi yang dipimpinnya segera bertransformasi menjadi institut. “Sudah 20 tahun kampus ini berjalan dengan nama STAI pasca berganti nama dari STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah), kali ini kami berupaya untuk kembali meningkatkan status menjadi institut,” ungkapnya.

Upaya tersebut bukan tanpa alasan, sebab pihaknya memiliki komitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas kampus dengan 10 prodi yang sudah berjalan. “Jadi peningkatan status ini awalnya berdasar permintaan dari masyarakat, apalagi saat ini kami sudah memiliki 10 prodi. Terbaru ada prodi BKI (Bimbingan Konseling Islam) dan PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah),” jelasnya.

Pihaknya berharap agar kedepan kampus yang dipimpinnya bisa segera bertransformasi menjadi institut. “Tentu kami berharap peningkatan status ini bisa segera terealisasi dalam waktu dekat, sekalipun masih ada beberapa hal yang harus segera kita benahi,” harapnya.

Sejak berdiri pada 1989 silam, STAI Al-Khairat Pamekasan baru mengalami perubahan nama hanya sekali dalam rentang waktu 28 tahun. Mulai dari SK Pertama pada 1992 dengan nama STIT Al-Khairat, selanjutnya berubah menjadi STAI Al-Khairat Pamekasan pada 1997 silam. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published.