Pemuda dalam Permasalahan Generasi Nasional

Oleh: Zainullah, M.Pd.I.

Di pundak pemuda terdapat bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini karena mereka diharapkan dapat menjadi generasi penerus, yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, dan generasi yang harus melangsungkan estafet pembangunan secara terus-menerus.

Sejarah Pergerakan kemerdekaan Indonesi tidak terlepas dari peran pemuda, semangat para pemuda mewujudkan kemerdekaan sudah mengkristal sejak digelarnya Kongres Pemuda  Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Sekarang Jakarta).

Pada pemuda terdapat permasalahan yang variatif, yang jika tidak dapat diatasi secara profesional , pemuda akan kehilangan fungsinya sebagai penerus pembangunan, pemuda akan menghadapi berbagai permasalahan, pemuda memiliki potensi yang melekat pada dirinya dan sangat penting artinya sebagai sumber daya manusia.

Pembinaan dan Pengembanagan Generasi Muda
Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda adalah penanaman Motivasi terhadap masa depan. Kepekaan terhadap masa datang membutuhkan pula kepekaan terhadap situasi lingkungan untuk merelevansikan partisipannya dalam setiap kegiatan bangsa dan Negara.

Pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, meliputi:
Pertama, generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan keterlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.

Kedua, generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan ke tingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.

Masalah dan Potensi Generasi Muda

Berbagai permasalahan generasi yang muncul pada saat ini antara lain sebagai berikut:

  1. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
  2. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
  3. Belum seimbang antara jumlah generasi pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun nonformal. Tingginya jumlah putus sekolah karena berbagai sebab bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.
  4. Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran di kalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya prokdutivitas oleh nilai-nilai (kekuasaan, rakyat, dan sebagainya), makin besar kemungkinan timbulnya pengaburan arti. Karena itu, masalah arti menjadi sangat penting.

Peran Pemuda Dalam Masyarakat
Masa depan suatu bangsa terletak ditangan pemuda atau generasi mudanya sebab merekalah yang akan menggantikan generasi sebelumnya dalam memimpin bangsa. Oleh karena itu, generasi muda berperan sebagai pelopor pembangunan.

Pengalaman Pribadi Membentuk Mental
Manusia tidak selamanya akan hidup terus sehingga perlu adanya peralihan dan pergantian tugas dan tanggung jawab. Makin maju suatu masyarakat, makin lancar proses penggantian tersebut (generasi muda dengan lapisan diatasnya). Dengan demikian tidak memungkinkan timbulnya gaya khas pemuda. Kita tahu bahwa setiap kelompok pemuda memiliki gaya sendiri-sendiri. Dalam kondisi seperti ini, alih generasi akan mengalami kesulitan. Kita lihat saja di Indonesia berbagai generasi timbul berdasarkan aspirasi sejarah.

Wa Allahu A’lamu Bi Al-Shawab