Pengurus DEMA dan Alumnus PBAK Berbagi

Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al-Khairat Pamekasan melakukan aksi sosial membagikan sembako bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu di dua kecamatan berbeda di Pamekasan, Sabtu (16/9/2017).

Dalam kesempatan itu, mereka juga bekerjasama dengan mahasiswa baru (maba) yang notabene alumnus Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) yang baru selesai digelar Rabu (13/9/2017) lalu.

Mereka bersama-sama mendistribusikan bantuan kepada beberapa anak yatim dan Kepala Keluarga (KK) kurang mampu yang berada di sekitar kampus di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2. Meliputi Kecamatan Palengaan, yakni di Desa Akkor, Palengaan Laok dan Panaan. Serta di Desa Plakpak, Kecamatan Pagantenan.

“Kegiatan ini merupakan aksi sosial yang bersumber dari mahasiswa, khususnya sumbangan dari maba alumnus PBAK Tahun Akademik 2017-2018,” kata kata Presiden Mahasiswa STAI Al-Khairat Pamekasan Nurul Hidayat.

Bantuan tersebut dinilai belum seberapa dibandingkan dengan nasib kurang mujur penerima, tapi pihaknya berharap bisa membantu meringankan beban para yatim dan keluarga kurang mampu. “Sekalipun bantuan ini tidak seberapa, tapi kami mencoba untuk membantu meringankan beban mereka,” ungkapnya.

“Selain itu, kami juga berharap kegiatan sosial seperti ini bisa terus kami lakukan secara berkesinambungan. Apalagi kita juga melibatkan mahasiswa baru sebagai upaya untuk bersama-sama melakukan aksi nyata dalam aspek sosial kemasyarakatan,” harapnya.

Sebelumnya mahasiswa STAI Al-Khairat Pamekasan juga melakukan aksi sosial penggalangan dana bagi Muslim Rohingya, mereka mengumpulkan dana sebesar Rp 3 juta dan disalurkan melalui Care For Humanity atau Aksi Cepat Tanggap (ACT), Kamis (7/9/2017) lalu.

Menanggapi hal itu, Pembantu Ketua III STAI Al-Khairat Pamekasan Ahmad Mahfud mengaku sangat mengapresiasi gagasan dan program yang dilakukan mahasiswa. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai hal positif yang perlu untuk dibudayakan dan dilestarikan.

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa mahasiswa memang seyogyanya selalu mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi; Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. Hal itu jelas sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat dan mereka juga peka dengan kondisi sosial kultur di sekitar kampus,” pungkasnya. [c19]

Leave a Reply

Your email address will not be published.