Dosen dan Mahasiswa Diimbau Tanamkan Branding Kampus

Ketua STAI Al-Khairat Pamekasan, Drs. H. Abdul Muin, M.Pd., MM., mengimbau para dosen dan mahasiswa agar bersama-sama berupaya untuk menanamkan tiga branding utama kampus, yakni karakter, kompeten dan interprenership.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Dosen Tahun Akdemik 2017-2018 yang digelar di Auditorium STAI Al-Khairat Pamekasan, Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2, Kamis (14/9/2017).

Branding ini harus dipahami oleh mahasiswa maupun dosen, ini merupakan grand desain untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan karakter interprenership yang tidak mudah mengenal putus asa,” kata Drs. H. Abdul Muin, M.Pd., MM.

Dari tiga branding tersebut, semuanya sudah sinergi dengan visi dan misi STAI Al-Khairat Pamekasan. “Intinya kita harus sama-sama komitmen untuk memberikan yang terbaik sesuai dengan branding ini, kita arahkan bagaimana pola kehidupan di kampus berjalan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

“Life skill mahasiswa harus menyatu dalam bidang akademik dan kemahasiswaan. Dosen juga harus menjadi tauladan sekaligus menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, pengabdian dan penelitian,” sambung pimpinan yang akrab disapa Muin itu.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar seluruh dosen tetap bersama-sama komitmen memajukan dan mengembangkan kampus. “Khusus bagi dosen tetap, kami menerapkan peraturan berdasar Permen (Peraturan Pemerintah) dan Keputusan Menteri Agama RI yang kami coba sesuaikan dengan lokal kampus. Salah satunya mereka harus mengajar dengan menerapkan SAP (Satuan Acara Pembelajaran),” jelasnya.

“Kemarin kita melakukan akreditasi institusi dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), dan semua instrumen ditanya. Jadi para dosen khususnya desen tetap harus membuat SAP sesuai dengan mata kuliah masing-masing untuk di dokumentasikan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau agar para dosen mengajarkan materi terbaru sesuai dengan perkembangan global. “Bagaimanapun kita harus up to date, usahakan buku-buku materi yang diajarkan buku terbaru. Setiap istilah harus ada definisi dan tidak hanya terfokus terhadap satu panduan semata,” imbaunya.

“Kami akan bekerjasama dengan LPMI (Lembaga Pengembangan Mutu Institusi) untuk menghasilkan produk, dalam artian demi mengembangkan SDM dosen dan mahasiswa. Tidak masalah dengan keadaan seperti ini, kita akan kelola dengan serius dan tentunya harus ditunjang dengan komitmen dan loyalitas dari semua pihak,” pungkasnya. [c19]

Leave a Reply

Your email address will not be published.