Puluhan Mahasiswa Digembleng Ilmu Wirausaha

Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairat Pamekasan digembleng dengan keterampilan wirausaha berbasis interpreneurship, Minggu (16/4/2017).

Mereka terdiri dari tiga program studi (prodi) berbeda, yakni prodi Ekonomi Syari’ah (ES), Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Dipupuk dengan dua materi berbeda dalam Seminar Kewirausahaan yang digelar di kampus yang beralamat di Jl Raya (Palduding) Palengaan Nomor 2.

Dalam kesempatan itu, dua narasumber didatangkan guna berbagi dua materi yang mengangkat tema ‘Memupuk Jiwa Enterpreneur menuju Implementasi Ekonomi Syari’ah’. Masing-masing Owner Balai Redjo huariyanto dan Ketua STAI Al-Khairat Pamekasan Abdul Muin.

Hariyanto sebagai pemateri pertama menyampaikan materi berkenaan dengan bisnis dengan sub tema ‘Manajemen Lillahi ta’ala dalam membangun bisnis yang mudah, Indah, dan barokah’. Sedangkan Abdul Muin mengangkat sub tema ‘Memupuk Jiwa Enterpreneur Unggul dalam Social Value’.

“Dalam seminar itu, mahasiswa dibekali berbagai wawasan bisnis dan manajerial. Bahkan mahasiswa juga langsung praktik keterampilan membuat telur asin dan aneka kripik di sela-sela seminar,” kata Ketua Prodi Ekonomi Syari’ah STAI Al-Khairat Pamekasan Aang Khunaifi.

Dalam materi seminar juga disampaikan tentang manajemen berprinsip tauhid yang disampaikan oleh pemateri pertama. “Selaku pemilik, owner senantiasa melakukan ibadah wajib, selalu mengedepankan doa dalam merencanakan strategi bisnis, menentukan pilihan melalui istikharah dan sebagainya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dalam aspek manajerial juga disampaikan seputar menajemen SDM berupa pembinaan terhadap karyawan. “Hal itu dilakukan dengan dasar hubungan persaudaraan dan kepercayaan, melayani dengan tulus dan berusaha melayani pelanggan dengan memuaskan,” imbuhnya.

“Bahkan dalam hal keuangan juga tidak menggunakan pembukuan, tapi justru dilakukan berdasarkan kepercayaan penuh. Artinya terima setoran dan dibelanjakan sesuai kebutuhan dan bahan baku, sisanya adalah laba,” jelasnya.

Pihaknya berharap kegiatan tersebut bisa memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha sekaligus memiliki jiwa enterpreneur. “Kegiatan ini sebagai stimulus bagi mahasiswa, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan aplikatif untuk menjadi pembisnis pemula,” harapnya.

“Bagaimanapun kita juga memberikan pemahaman bagi mahasiswa jika berbisnis itu bisa dimulai dari sesuatu yang kecil, simpel dan mudah dilakukan. Sehingga mereka bisa melakukan mengaplikasikan dengan sabar dan telaten,” pungkasnya. [c19]

Leave a Reply

Your email address will not be published.