KH Moh Tohir: Berfikir Global dan Bertindak Lokal

KH Moh Tohir Abdul Hamid berharap civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairat Pamekasan menerapkan pemikiran global dengan tetap mengedepankan prilaku ketimuran.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Wisuda Sarjana XIX STAI Al-Khairat Pamekasan yang digelar di Gedung Islamic Centre Jl Raya Panglegur, Sabtu (25/2/2017).

“Kedepan kita berharap civitas akademik STAI Al-Khairat Pamekasan bisa berfikir global dan bertindak lokal demi meningkatkan kualitas kampus,” kata KH Moh Tohir Abdul Hamid di hadapan ribuan hadirin, termasuk ratuan wisudawan.

Pihaknya menilai sudah menjadi keniscayaan bagi kampus yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, agar terus memprioritaskan kualitas. “Saat ini banyak lembaga pendidikan yang hanya mengandalkan kuantitas dan mereka lupa untuk meningkatkan diri dari aspek kualitas,” ungkapnya.

“Kami ingin STAI Al-Khairat Pamekasan terus memprioritaskan kualitas daripada kuantitas. Memang kita bukan kampus negeri, bukan pula kampus yang memiliki fasilitas mempuni. Tapi kami ingin menunjukkan kualitas kami sebagai kampus berkualitas,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta agar para wisudawan bisa membuktikan kualitas diri di tengah-tengah masyarakat sebagai alumni. “Kami titipkan nama baik STAI Al-Khairat, silahkan tunjukkan jika kalian mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” pintanya.

“Kampus ini sangat baik, karena didirikan oleh orang-orang baik. Kami berharap agar para pimpinan baru juga bekerja lebih baik demi kemajuan kampus ini kedepan,” tegas pria yang menyerahkan setatusnya sebagai Ketua STAI Al-Khairat Pamekasan kepada Puket I Drs Abdul Muin M.Pd.

Pada kegiatan wisudawan sarjana XIX itu, tercatat sebanyak 351 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai sarjana (S.Pd). Seluruhnya terdiri dari mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dalam kesempatan itu, tampak hadir perwakilan Gubernur Jawa Timur, Kopertais Wilayah IV Surabaya, perwakilan perguruan tinggi di Pamekasan hingga sejumlah tokoh masyarakat dan ulama. [ari]

Leave a Reply

Your email address will not be published.